Sosialisasi Pengelolaan Etik Rumah Sakit

Etika rumah sakit merupakan pegangan yang dapat menuntun kearah penyempurnaan fungsi rumah sakit agar kode etik dapat ditegakkan.

Pedoman dan Tatalaksana Komite Etik Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi disusun dimaksudkan sebagai acuan agar perilaku dokter, perawat dan tenaga penujang lainya dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan berpedoman pada etika-etika yang baku baik etika perumah sakitan, etika kedokteran, perawatan maupun etika lainnya.

Dengan tujuan menciptakan keserasian hubungan antar berbagai profesi di lingkungan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi sehingga dapat dikembangkan suasana yang konduktif, bermutu serta menjaga keserasian hubungan antar rumah sakit dengan masyarakat/ pasien.

PENERAPAN ETIKA RUMKIT SECARA UMUM
3 (Tiga) prinsip pengelolaan RS
-Good Corporate Governance (GCG)
-Good Clinical Standard (GCS)
-Good Ethical Practice (GEP)
Di Indonesia istilah yang dipakai adalah Hospital Bylaw, Medical Staff Bylaw dan Kode Etik Rumah Sakit

TUGAS KOMITE ETIK
1. Menerima pengaduan tentang pelanggaran etik yang terjadi di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi
2. Mengawasi pelaksanaan etik profesi di rumah sakit.
3. Memberikan nasehat dan bimbingan kepada tenaga profesi kesehatan dilingkungan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi.
4. Membina dan mengembangkan etik profesi di kalangan masyarakat rumah sakit.
5. Memasyarakatkan etik profesi kepada masyarakat umum.
6. Menginvetarisasi masalah etik Rumah Sakit. Melaksanakan pertemuan rapat Komite Etik Rumah Sakit sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) bulan, rapat dipimpin oleh ketua, dan setiap Rapat Komite Etik harus dibuat notulennya